Kesuksesan
Studi kasus

 
 


halaman depan -- kesuksesan -- studi kasus     

Jika Anda telah mencoba untuk hamil tetapi tidak berhasil setelah satu hingga dua tahun atau lebih, dapatkan bantuan profesional sesegera mungkin. Agar bisa hamil, perempuan harus berovulasi (menghasilkan sel telur) secara teratur, tuba fallopiinya tidak tersumbat dan rahimnya harus normal. Selain itu, sperma suami harus normal dalam hal jumlah, motilitas dan bentuknya. Infertilitas sering terjadi karena akumulasi kondisi medis pada laki-laki dan perempuan. Banyak di antara kondisi tersebut bisa ditangani.

Kami mencantumkan beberapa kasus di sini yang menggambarkan berbagai kondisi yang dihadapi oleh para pasien kami dan bagaimana mereka berhasil menjadi orang tua yang bahagia setelah mendapatkan perawatan di Thomson Fertility Centre (TFC).

Bayi kembar dua dari sel telur beku dan sperma testis beku pertama di dunia
Kasus: Menikah selama 5 tahun tetapi mengalami masalah fertilitas setelah 2 tahun mencoba mengandung.
Isteri: Ny X, 33 tahun dengan sindrom ovarium polisistis (menstruasi tidak teratur dan ovarium menghasilkan banyak folikel kecil).
Suami: Tn X, 36 tahun dengan azoospermia obstruktif (Tidak ada sperma saat ejakulasi karena penyumbatan pada Epididimis) tetapi memiliki tingkat hormon yang normal.



Tuba tersumbat, responder lemah, IVF-ICSI
Kasus: Mencoba hamil segera setelah menikah tetapi tidak berhasil
Isteri: 34 tahun, tuba fallopii tersumbat, responder lemah
Suami: 47 tahun, jumlah, motilitas dan morfologi sperma jelek

Endometriosis, faktor laki-laki, IVF-ICSI
Kasus: Mulai mencoba hamil setelah 11 tahun menikah tetapi tidak berhasil
Isteri: 36 tahun, endometriosis, tuba fallopii bagus
Suami: Kualitas sperma rendah


Warga Indonesia - Tuba tersumbat, faktor laki-laki, IVF-ICSI, kehamilan kembar tiga
Kasus:

Pasangan menetap di dua negara berbeda karena ikatan kerja, mencoba selama 4 tahun tapi tidak berhasil

Isteri: Pertengahan tiga puluhan, tuba fallopii tersumbat
Suami: Jumlah sperma rendah


Ekspatriat di Taiwan, sebelumnya vasektomi, TESA, IVF-ICSI, kehamilan kembar dua
Kasus: Mencoba selama 8 tahun tetapi tidak berhasil
Isteri: 33 tahun, Normal
Suami: Vasektomi (sterilisasi laki-laki)


Menopause dini, embrio donor
Kasus: Pasangan Indonesia Cina bermigrasi ke Eropa; mencoba selama setahun tapi tidak berhasil
Isteri: 39 tahun, ovarium hanya menghasilkan satu folikel
Suami: Kualitas sperma rendah


Menopause dini, sel telur donor, IVF-ICSI
Kasus: Mencoba selama beberapa tahun setelah menikah tapi tidak berhasil
Isteri: 25 tahun, sindrom menopause dini
Suami: Normal

Tidak ada sperma, TESA, IVF-ICSI, kehamilan kembar dua
Kasus:
Mencoba selama 2 tahun tetapi tidak berhasil
Isteri:
32 tahun, Normal
Suami:
Azoospermic (tidak ada sperma saat ejakulasi)



 Hak Cipta 2007 Thomson Fertility Centre - Semua Hak Dilindungi | Penafian